...Ahlan Wa Sahlan

Assalamu'alikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Senin, 15 Februari 2010

KALAU ANTUM-ANTUNA TAHU

KALAU ANTUM-ANTUNA TAHU

Sebuah Refleksi Kisah Perjalanan Da'wah Rasululllah.
Created By:  Muh. Hamiruddin S.



          Andai kamu tahu, bagaimana pedih dan perihnya perjuangan menyebarkan Islam yang dijalani Rasulullah saw. dan para sahabatnya, kamu akan sangat menghargai jerih payah mereka. Kamu akan bangga dengan tetesan keringat, darah dan air mata Rasulullah dan para sahabatnya. Kamu akan membayar usaha mereka dengan prestasi yang kamu tunjukkan, juga dalam membela Islam.

          Tahukah kamu, perjuangan Rasulullah saw. penuh dengan risiko. Dalam suatu kesempatan Rasulullah saw. berhenti di depan rumah sejumlah kabilah sembari berkata: “Wahai Bani Fulan, sesungguhnya aku ini adalah Rasulullah untuk kalian, memerintahkan kalian untuk menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun. Hendaklah kalian meninggalkan penyembahan kepada selain-Nya sekaligus beriman kepadaku, membenarkanku, dan membelaku sampai aku menjelaskan dari Allah wahyu-Nya yang dengan itu Dia mengutusku.” (dalam Sirah Ibnu Hisyam)

          Teman, jika kamu bisa mengetahui dan memahami beratnya perjuangan di masa awal-awal berkembangnya Islam, insya Allah kamu bisa lebih bijak dalam hidup ini. Nggak asal aja. Bahkan nggak layak kalo sampe meninggalkan ajaran Islam dan berpaling menyambut ideologi lain selain Islam. Kagak bakalan deh. Sangat boleh jadi akan kamu pertahankan Islam ini dengan harta dan nyawa sebagai taruhannya.

          ”Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika mengetahuinya. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam Surga ’Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang kamu sukai, (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. (Q.S. As-Saff:553)

          Coba kita perhatikan bagaimana sikap para sahabat ketika ada seruan jihad? Para sahabat berlomba-lomba dalam menyerahkan hartanya untuk berjuang di jalan Allah. Mereka pun tidak hanya berjuang dengan harta saja tetapi juga dengan diri mereka. Mereka selalu sigap berangkat ketika ada panggilan dakwah dan jihad. Sebagaimana Ja’far bin Abi Thalib yang maju ketika Rasulullah memilih sahabat-sahabatnya yang akan hijrah ke Habsyi (Ethiopia). Begitupula Hudzaifah yang segera berangkat tanpa ragu-ragu ketika ditugaskan Rasulullah sebagai mata-mata.

Amat sangat dinantikan hadirnya manusia manusia yang berperan aktif dalam membina (mentarbiyah) Ummat agar bangun dari tidur lelapnya. Manusia2 itulah itu yang disebut :    “Murobbi” Antum Ruhul Jadid fii Jasadil Ummah


My Blog - My Inspiration
by: Muh. Hamiruddin S.

Tidak ada komentar:

...Wailal-ligo'

Terima kasih atas kunjungan bro n sis ke blogku, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,